Lukisan pelabuhan Majapahit
Warisan Luhur Peradaban Mulia

MENEMBUS BATAS KEJAYAAN NUSANTARA

Saksikan kisah kemegahan imperium maritim dan agraris purba, tempat bersatunya keberagaman, ilmu pengetahuan tinggi, dan kekuatan armada penjelajah samudera.

Scroll untuk menelusuri

Kerajaan Penguasa Samudera & Bumi

Tiga pilar imperium raksasa yang menancapkan pengaruh besar di Asia Tenggara.

Kejayaan Maritim Sriwijaya
Abad ke-7 — ke-14 M

Kerajaan Sriwijaya

Kedatuan bahari legendaris yang menguasai Selat Malaka, menjadi episentrum perdagangan global dan pusat pendidikan agama Buddha di Asia Tenggara.

Istana Kerajaan Majapahit
Abad ke-13 — ke-16 M

Imperium Majapahit

Kemaharajaan terbesar yang berhasil menyatukan gugusan kepulauan Nusantara di bawah sumpah suci Amukti Palapa dengan kejayaan angkatan lautnya.

Candi Syailendra Sanjaya
Abad ke-8 — ke-11 M

Mataram Kuno

Kerajaan agraris subur pembangun monumen suci dunia seperti Candi Borobudur dan Prambanan, lambang toleransi beragama yang harmonis dan agung.

Linimasa Kejayaan Peradaban

Telusuri tonggak-tonggak sejarah paling signifikan yang membentuk Nusantara.

683 M

Prasasti Kedukan Bukit & Pendirian Kedatuan

Perjalanan suci (Siddhayatra) Dapunta Hyang Sri Jayanasa membawa 20.000 tentara mendirikan wanua (pusat kota) Sriwijaya yang makmur.

732 M

Prasasti Canggal & Awal Mataram Kuno

Raja Sanjaya mendirikan lingga di Bukit Sthirangga, menandai berdirinya Kerajaan Mataram Kuno dengan peradaban agraris dan budaya tinggi.

Abad ke-9 M

Episentrum Ilmu & Pusat Studi Buddhis Dunia

Sriwijaya di bawah Balaputradewa berkembang menjadi pusat studi agama Buddha terbesar di Asia Tenggara, bersahabat dengan Nalanda (India).

825 M

Rampungnya Pembangunan Candi Borobudur

Di bawah wangsa Syailendra, mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia selesai didirikan sebagai visualisasi kosmik jalan menuju pencerahan.

1293 M

Penobatan Raden Wijaya & Pengusiran Tentara Mongol

Raden Wijaya mengalahkan tentara Kublai Khan dengan siasat jenius dan dinobatkan sebagai raja pertama Majapahit bergelar Kertarajasa Jayawardhana.

1336 M

Sumpah Amukti Palapa oleh Gajah Mada

Patih Gajah Mada mengikrarkan sumpah sakral untuk tidak menikmati kesenangan duniawi (palapa) sebelum berhasil menyatukan Nusantara di bawah naungan Majapahit.

1350 — 1389 M

Zaman Keemasan Hayam Wuruk & Mpu Prapanca

Masa puncak kestabilan politik, kesejahteraan rakyat, dan penulisan kitab legendaris Kakawin Nagarakretagama yang mendokumentasikan wilayah Nusantara.

Sumpah Sakral Amukti Palapa

Sebuah sumpah yang diucapkan oleh Patih Gajah Mada di depan Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi yang mengubah jalannya sejarah persatuan kepulauan Nusantara.

"Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amukti palapa..."
(Klik tombol di bawah untuk membacakan dan menerjemahkan sumpah bersejarah ini)

Naskah Pararaton

"Sira Gajah Mada apatih amangkubhumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: 'Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa'."